Ini Klarifikasi ROtK Terkait Kasus Judi Yang Menimpanya

Detikgames – Setelah sebelumnya melakukan rasis kepada tim dota 2 Filipina, kini Bai “rOtK” Fan yang saat ini menjadi pelatih Vici Gaming kembali berkasus.

Kasus rOtK, pemain yang sebelumnya merupakan pemain VGJ.Thunder ini bermula pada saat melakukan live streaming pada tanggal 10 Desember 2018. Namun setelah melakukan live streaming, pemain tersebut lupa mematikan kameranya sehingga terekamlah bukti kasusnya tersebut.

Dalam rekaman tersebut terlihat jelas bahwa rOtK sedang melakukan chat kepada seseorang dan ia mengaku bahwa ia melakukan betting. Pelatih Vici Gaming tersebut mengatakan bahwa ia kalah betting pada pertandingan PSG.LGD melawan Natus Vincere pada turnamen MegaFon Winter Clash.

Pada pertandinga tersebut secara mengejutkan Na’Vi berhasil mengalahkan PSG.LGD dengan skor 2-0. Kemenangan tersebut pun berhasil membawa Na’vi melaju ke babak final.

Pada pertandingan itu rOtK bertaruh pada tim PSG.LGD dan dia merugi karena tim asal China tersebut kalah dari Na’Vi. Setelah itu ia pun melayangkan kemarahannya kepada tim PSG. LGD dan menjelekkan tim tersebut. Dalam rekaman chattingan tersebut terlihat bahwa rOtK mengaku kalah sebesar 50,000 RMB atau sekitar 7,000 USD.

Valve sebelumnya telah membuat peraturan dimana pemain profesional Dota 2 dilarang untuk melakukan bettingan game meskipun pada tim lain. Terkait kasus yang menimpanya, rOtK pun membuat klarifikasi terkait hinaannya kepata PSG.LGD

“Terkait live stream saya pada 10 Desember:

  • Semuanya bermula ketika salah satu teman dekatku bertanya kepadaku tentang saran untuk memilih tim. Saya rasa LGD berada di performa yang bagus, tapi dia tetap menanyakan apakah ini benar. Lalu saya bilang “percaya padaku, apabila kau kalah aku akan menanggung setengah kerugian dari kekalahanmu.” Tapi secara pribadi saya tidak pernah berjudi, saya menerima lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dan saya tidak mau melukai reputasi saya.
  • Saya mengenal pemain tim LGD untuk waktu yang lama. Ketika kamu bertemu secara langsung kami memanggil satu sama lain dengan kata “vangsad” atau “jing” (wkwk :v). Sebenarnya ini normal dalam lingkup kami, mungkin saya banyak mengucap tetapi tidak punya niat untuk mengejek, saya rasa pemain LGD bisa memberikan saksi.
  • Saya terlalu banyak bicara dan kata-kataku bisa menuju ke maksud yang berbeda bagi mereka yang tidak mengenalku. Kata-katakku tentu menuai reaksi negatif, jadi saya ingin meminta maaf kepada seluruh fans Dota 2.

Setelah klarifikasi tersebut, pemain PSG.LGD, Xu “fy” Linsen dan Lu “Somnus” Yao setuju dengan klarifikasi rOkt. Mereka mengatakan bahwa ujaran tersebut sering digunakan untuk bahan candaan.

Meski PSG.LGD tidak keberatan, namun Vici Gaming tentunya akan memberikan sanksi kepadanya, rOtK dilarang melakukan streaming dan dikenakan denda sevesar ¥100,000 RMB (US$14,500). Valve pun belum buka suara terkait kasus tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *